|

Dari Ide Sederhana di Kepri, Mahasiswa Bisnis Digital FEBM UMRAH Tembus Juara II Kompetisi Internasional

Tanjungpinang, 10 September 2026 — Berawal dari keresahan terhadap berbagai persoalan di sektor fashion lokal Kepulauan Riau (Kepri), tiga mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), berhasil membawa gagasan mereka ke tingkat internasional. Ralda Ayu Bintani, Shalsa Dilla Vitriani, dan Nindan Karang Setiawan Putri berhasil meraih Juara II dalam International Business Plan Competition yang diselenggarakan dalam rangkaian EcoFest Vol. 5 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ).

Keberhasilan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi ketiganya karena merupakan kali pertama mereka mengikuti kompetisi bisnis bertaraf internasional. Dalam kompetisi ini, mereka ditantang untuk menyusun ide bisnis secara terstruktur, didukung data yang meyakinkan, serta mampu mempresentasikan gagasan bisnis dengan baik.

Ralda Ayu Bintani mengatakan bahwa pada awalnya mereka sempat merasa ragu untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pasalnya, mereka harus bersaing dengan mahasiswa dari berbagai universitas, termasuk perguruan tinggi ternama dari dalam maupun luar negeri. Namun, keraguan tersebut justru menjadi motivasi bagi mereka untuk membuktikan bahwa ide yang lahir dari daerah juga memiliki peluang untuk bersaing.

“Awalnya ragu karena harus bersaing dengan universitas-universitas besar dari dalam dan luar negeri. Ternyata pengalaman ini membuktikan bahwa ide sederhana dari daerah pun bisa bersaing jika dikerjakan dengan serius,” ungkap Ralda.

Ketertarikan mereka mengikuti kompetisi berangkat dari tema yang dinilai relevan dengan persoalan yang mereka temui sehari-hari di Kepri, khususnya pada sektor fashion lokal. Mereka melihat sejumlah permasalahan, mulai dari keterbatasan modal pada sentra fashion, maraknya thrifting ilegal, hingga penjahit yang kehilangan pekerjaan.

Persoalan tersebut kemudian mendorong mereka untuk mencari solusi melalui sebuah gagasan bisnis. Bagi ketiganya, keberanian untuk mengikuti kompetisi muncul dari keyakinan bahwa setiap permasalahan memiliki peluang untuk dicarikan solusi. Mereka menyadari bahwa tanpa keberanian untuk mencoba, sebuah ide tidak akan pernah diketahui sejauh mana potensinya.

Dalam proses penyusunan business plan, ketiganya membagi tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing. Salah satu anggota berfokus pada riset lapangan, sementara anggota lainnya menangani keuangan dan proyeksi bisnis serta desain mockup. Pembagian tugas tersebut dilakukan agar setiap bagian dapat dikerjakan secara lebih optimal.

Proses persiapan juga diwarnai dengan diskusi intensif untuk memastikan seluruh bagian proposal saling terintegrasi. Meskipun memiliki waktu persiapan yang terbatas, komunikasi yang terbuka dan sikap saling mendukung membantu mereka menyelesaikan proposal tepat waktu.

Salah satu tantangan sekaligus momen yang paling berkesan bagi tim terjadi pada tahap presentasi final. Presentasi dilakukan melalui video dan menggunakan bahasa Inggris. Rasa gugup semakin terasa karena mereka harus menyampaikan gagasan di tengah persaingan dengan peserta dari berbagai kampus ternama.

Namun, tantangan tersebut tidak menghalangi mereka untuk memberikan hasil terbaik. Hingga akhirnya, kerja keras dan proses yang mereka lalui berhasil membawa tim meraih Juara II International Business Plan Competition EcoFest Vol. 5 UPN Veteran Jakarta.

Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian bagi ketiga mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa dari daerah memiliki kesempatan untuk bersaing di tingkat internasional. Gagasan yang berangkat dari persoalan lokal pun dapat memiliki nilai ketika dikembangkan melalui riset, kerja sama, dan kesungguhan.

Melalui pengalaman tersebut, Ralda, Shalsa, dan Nindan mengajak mahasiswa lainnya untuk tidak takut mencoba berbagai kesempatan yang ada. Menurut mereka, kompetisi bukan hanya tentang memperoleh gelar juara, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, menguji kemampuan, dan mengembangkan potensi diri.

“Jangan takut mencoba hanya karena merasa kampus kita kecil atau ide kita sederhana. Kompetisi adalah tempat belajar, bukan hanya soal menang atau kalah. Percaya pada diri sendiri, manfaatkan peluang, dan jangan pernah berhenti belajar,” pesan Ralda.

Artikel Lainnya