Inovasi “Zym Wassh” Mahasiswa FEBM UMRAH Raih Gelar Champion di Youthpreneurship Indonesia-Malaysia 2025

BATAM – Delegasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tim yang menamakan diri “Ekoenzym Nusantara” berhasil menyabet gelar juara sebagai Mahasiswa Champion Pengusaha Pemula dalam ajang bergengsi Youthpreneurship Bootcamp & Festival Indonesia–Malaysia 2025.

Acara yang dihelat selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 November 2025 di Aula Auditorium Politeknik Negeri Batam ini, mempertemukan ratusan talenta muda berbakat dari dua negara serumpun. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Al Ahmadi Entrepreneurship Center dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Zym Wassh: Solusi Cerdas Atasi Limbah Organik

Kemenangan tim FEBM UMRAH tidak lepas dari produk inovatif yang mereka usung, yakni “Zym Wassh: Dapur Bersih Alam Pun Sehat”. Produk ini merupakan sabun cuci piring berbasis ekoenzym yang lahir dari riset mendalam mengenai permasalahan lingkungan di Tanjungpinang.

Dalam presentasinya, tim memaparkan data observasi yang mengejutkan. Di Tanjungpinang, terdapat setidaknya 12 outlet jus buah yang menghasilkan limbah kulit buah mencapai 30 hingga 50 kilogram setiap bulannya. Alih-alih membiarkan limbah tersebut mencemari lingkungan, mahasiswa FEBM UMRAH melihat peluang emas untuk menerapkan konsep Circular Economy (Ekonomi Sirkular).

“Zym Wassh hadir dengan tiga keunggulan utama: menerapkan ekonomi sirkular, limbahnya mudah terurai (biodegradable), dan berbahan dasar alami yang aman untuk kulit,” ungkap perwakilan tim saat sesi ekshibisi. Produk ini juga diklaim mengandung antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sebuah nilai tambah yang jarang dimiliki produk pembersih konvensional.

Kompetisi Ketat Melawan Delegasi Dua Negara

Perjalanan meraih gelar juara tidaklah mudah. Tim Ekoenzym Nusantara harus bersaing dengan lebih dari 200 peserta yang terbagi dalam berbagai tim, termasuk 43 delegasi dari Malaysia.

Ajang Youthpreneurship Bootcamp ini dirancang sangat intensif. Peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga ditempa melalui serangkaian kegiatan mulai dari kunjungan bisnis ke Infinite Studio, pelatihan growth mindset, hingga simulasi bisnis nyata.

Direktur Eksekutif Al Ahmadi Entrepreneurship Center, Lisya Anggraini, mengapresiasi pergeseran tren ide bisnis anak muda tahun ini. “Kreativitas peserta kini lebih variatif. Jika sebelumnya didominasi kuliner, kini meluas ke inovasi produk tepat guna dan teknologi. Tantangan terbesar anak muda adalah konsistensi, dan bootcamp ini hadir untuk mendampingi proses tersebut,” ujarnya.

Apresiasi untuk Punggawa FEBM UMRAH

Keberhasilan membawa pulang sertifikat penghargaan dan dukungan pengembangan usaha ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FEBM UMRAH memiliki kompetensi mumpuni dalam memadukan ilmu manajemen, analisis pasar, dan kepedulian sosial.

Adapun tujuh mahasiswa FEBM yang tergabung dalam tim pemenang ini adalah:

  1. Muhammad Faisal
  2. R. Dhelfia Martiza Indiani
  3. Annisa Laili Ramadani
  4. Rena Fitriani
  5. Muhammad Radit
  6. Nicky Aprilian Saputra
  7. Eka Ariana Zaherawati

Kemenangan ini diharapkan menjadi pemicu semangat kewirausahaan di lingkungan kampus UMRAH. Dengan menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dampak positif bagi lingkungan, mahasiswa FEBM UMRAH telah membuktikan diri sebagai agen perubahan yang siap bersaing di era global.

Acara ditutup dengan penuh kemeriahan pada hari Minggu (30/11), yang turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah Provinsi Kepulauan Riau serta penandatanganan kerja sama lanjutan antara institusi Indonesia dan Malaysia untuk pengembangan wirausaha muda di masa depan.

Artikel Lainnya