Indri Ester Efratha Manurung, Mahasiswi FEBM UMRAH Terpilih sebagai Duta Literasi Indonesia 2026
Tanjungpinang, 4 Oktober 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Indri Ester Efratha Manurung berhasil terpilih sebagai Duta Literasi Indonesia 2026 setelah melewati sejumlah tahapan seleksi.
Perjalanan Indri bermula dari informasi yang ditemukannya melalui media sosial Instagram. Ketertarikannya terhadap ajang Duta Literasi Indonesia membuatnya memutuskan untuk mengikuti pendaftaran yang saat itu sedang dibuka. Ia kemudian melewati tahapan seleksi berkas, wawancara, hingga Focus Group Discussion (FGD), sebelum akhirnya dinyatakan terpilih sebagai Duta Literasi Indonesia 2026.
Menurut Indri, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi ruang yang membuka peluang positif apabila dimanfaatkan dengan bijak. Ketertarikannya terhadap literasi juga didorong oleh kondisi generasi muda yang saat ini tidak terlepas dari arus informasi digital.
“Bagi saya, literasi bukan sekadar membaca, tetapi cara kita memandang sekitar dengan bijaksana,” ujar Indri.
Ia menilai mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memeriksa kebenaran sumber, serta berpikir kritis sebelum menerima maupun menyebarkan informasi. Kemampuan tersebut juga penting dalam kehidupan akademik, seperti menggunakan referensi yang tepat dan menghindari plagiarisme.
Melalui perannya sebagai Duta Literasi Indonesia 2026, Indri berencana memanfaatkan platform digital untuk menghadirkan konten edukatif mengenai cara memverifikasi informasi, mengenali hoaks, serta rekomendasi bacaan. Ia juga ingin mendorong diskusi daring, komunitas baca, dan kolaborasi dengan organisasi mahasiswa, khususnya di lingkungan FEBM UMRAH.
Selain kepada mahasiswa, Indri ingin turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital di masyarakat. Salah satu fokus yang ingin dikembangkan adalah literasi keuangan digital, termasuk edukasi mengenai penipuan online dan pinjaman ilegal.
Menurutnya, tantangan literasi di era digital bukan lagi mengenai keterbatasan akses informasi, melainkan kemampuan dalam memilah dan memahami informasi. Arus konten yang cepat, unggahan viral, judul clickbait, serta algoritma media sosial dapat membuat generasi muda terbiasa menerima informasi secara singkat tanpa memahami konteks secara utuh.
“Biasakan cek dulu sebelum share, dan jangan cepat percaya pada satu sumber. Literasi bukan hanya untuk nilai, tetapi untuk membentuk cara berpikir kita. Ayo, jadikan dunia digital sebagai ruang untuk belajar dan berkembang, bukan sekadar ruang untuk scrolling,” pesan Indri.
Terpilihnya Indri Ester Efratha Manurung sebagai Duta Literasi Indonesia 2026 menjadi salah satu pencapaian membanggakan mahasiswa FEBM UMRAH. Melalui peran tersebut, Indri diharapkan dapat terus mengembangkan potensi dan membawa semangat literasi di lingkungan kampus maupun masyarakat.







