|

Raih Tiga Predikat Pemuncak, Beizil Hakimi Bagikan Perjalanan Akademik dan Makna di Balik Pencapaiannya

Tanjungpinang, 2 Oktober 2026 — Tiga predikat sekaligus berhasil diraih Beizil Hakimi dalam perjalanan akademiknya di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM), tersebut berhasil menjadi Pemuncak Program Studi Akuntansi, Pemuncak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim, serta Geliga Gurindam UMRAH III.

Bagi Beizil, pencapaian tersebut bukanlah ukuran bahwa dirinya lebih unggul dibandingkan mahasiswa lainnya. Ia memandang capaian yang diraihnya sebagai bagian dari perjalanan hidup sekaligus bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri.

“Bersyukur kepada Allah SWT. Semua jalan hidup saya adalah garis takdir Sang Pencipta. Pencapaian ini bukan nilai absolut bahwa saya akan jauh lebih berhasil dibanding teman-teman yang lain, melainkan ini hanya bagian dari perjalanan hidup saya dan bentuk tanggung jawab saya terhadap diri sendiri,” ungkapnya.

Menurut Beizil, setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai apa yang menjadi tujuan dalam perjalanan pendidikannya. Karena itu, pencapaian yang diraihnya juga tidak terlepas dari perjuangan teman-teman seperjuangan yang memiliki mimpi dan tekad yang sama untuk menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar sarjana.

Ia juga menyadari bahwa predikat yang diperolehnya belum sepenuhnya menggambarkan kompetensi yang dimiliki. Beizil merasa masih memiliki banyak hal untuk dipelajari dan masih membutuhkan bimbingan dalam perjalanan ke depannya.

“Saya masih butuh belajar dan butuh bimbingan. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada teman-teman yang lain. Saya mendoakan semoga jalan saya dan kalian ke depannya selalu dipermudah, diberi kelancaran dan keberkahan,” tuturnya.

Dalam menjalani perkuliahan, Beizil mengaku tidak memiliki cara yang jauh berbeda dengan mahasiswa lainnya. Ketika mendapatkan tugas, ia berusaha mengerjakannya secara maksimal dan tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas, tetapi juga berusaha memahami materi yang diberikan.

Hal tersebut menurutnya penting, terutama dalam mempelajari akuntansi. Baginya, memahami alur dan konsep menjadi bagian penting dalam proses belajar karena materi akuntansi tidak cukup hanya dengan menghafal.

“Di akuntansi sendiri menurut saya kita tidak bisa menghafal, tetapi kita harus mengerti alur ceritanya,” katanya.

Prinsip untuk selalu memberikan yang terbaik juga menjadi bagian dari cara Beizil menjalani setiap tanggung jawab yang diberikan. Ia berusaha melakukan yang terbaik tanpa terlalu memikirkan seperti apa hasil akhirnya. Menurutnya, ketika seseorang telah memberikan usaha terbaik dari dirinya, hasil yang diperoleh dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Jika terdapat kesalahan ataupun kekeliruan, Beizil memilih untuk menjadikannya sebagai pelajaran dan memperbaikinya di kemudian hari. Baginya, proses tersebut penting agar seseorang tidak menyesali setiap langkah yang telah dipilih.

“Setidaknya kita tidak menyesali setiap langkah yang kita pilih tanpa memikirkan hasilnya akan seperti apa,” ujarnya.

Selama menempuh pendidikan di UMRAH, Beizil juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dosen yang telah memberikan banyak pengalaman dalam perjalanan akademiknya. Menurutnya, pendidikan yang diperoleh tidak hanya sebatas pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memberikan kesempatan untuk terlibat dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Berbagai tantangan juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Beizil mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga mental. Namun, menurutnya, hal yang paling penting bukanlah seberapa besar tantangan yang dihadapi, melainkan bagaimana seseorang berusaha mengontrol dan menghadapinya.

“Tantangan pasti ada, tidak hanya secara fisik melainkan juga secara mental. Tetapi yang paling penting bukan seberapa besar tantangan itu, melainkan seberapa besar usaha kita untuk mengontrol itu,” jelasnya.

Di balik pencapaian yang diraihnya, Beizil menyadari bahwa perjalanan pendidikan tidak dilakukan seorang diri. Ia menyebut Allah SWT sebagai pihak utama yang mendukung perjalanan hidupnya, kemudian orang tua, keluarga, dosen, guru-guru sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah kejuruan, guru ngaji, teman-teman, serta berbagai pihak lainnya yang telah memberikan dukungan secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut Beizil, setiap orang terbentuk dari berbagai dinamika kehidupan dan tidak terlepas dari peran orang-orang yang berada di sekitarnya. Hal tersebut pula yang ia rasakan dalam perjalanan hingga mencapai titik saat ini.

“Saya meyakini bahwa siapa saya hari ini adalah saya yang terbentuk dari berbagai dinamika kehidupan dan tidak terlepas juga dari campur tangan orang-orang di sekitar saya,” ungkapnya.

Kepada mahasiswa FEBM UMRAH, Beizil berpesan agar tidak merasa harus selalu menjadi orang yang pintar dan mengetahui segala hal. Menurutnya, ada kalanya seseorang tidak mengetahui sesuatu dan memiliki pertanyaan. Hal tersebut merupakan bagian yang wajar dalam proses kehidupan.

“Kita tidak dituntut untuk menjadi orang pintar dan mengetahui semua hal. Ada kalanya kita tidak tahu dan ada kalanya kita bertanya-tanya. Hal itu wajar, karena sejatinya hidup adalah tempat belajar,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalani setiap proses. Bagi Beizil, seseorang tidak harus selalu menjadi yang paling pintar untuk dapat terus berkembang, tetapi perlu memiliki kemauan untuk terus menjalani proses secara konsisten.

“Lebih takutlah kepada orang yang konsisten dibandingkan orang yang pintar,” ujarnya.

Beizil menegaskan bahwa pesan tersebut bukan bermaksud untuk menasihati teman-temannya. Ia hanya berharap dirinya dan teman-teman seperjuangan dapat mencapai kesuksesan dengan versi masing-masing.

“Saya ingin melihat saya dan teman-teman sekalian sukses dengan versinya masing-masing,” tuturnya.

Ia pun berharap perjalanan dirinya dan teman-teman ke depan dapat selalu diberikan kemudahan, kelancaran, serta keberkahan. Di tengah berbagai pencapaian yang telah diraih, Beizil memilih untuk tetap melihat perjalanan akademik sebagai bagian dari proses belajar yang masih panjang dan terus berlanjut.

Artikel Lainnya