Manfaatkan Kemampuan Multibahasa, Dea Amanda Sukses Tembus Prestasi Duta QRIS dan PEKA Tingkat Provinsi
Tanjungpinang, 31 Juli 2026 — Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali membuktikan kualitasnya di tingkat daerah. Dea Amanda, mahasiswi Program Studi Bisnis Digital angkatan 2025, berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam Pemilihan Duta QRIS dan PEKA Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau 2026.
Perjalanan Dea diawali dari pendaftaran daring yang dimulainya saat libur semester. Meskipun sempat merasa canggung karena menjadi peserta termuda berusia 18 tahun di antara mayoritas peserta berusia di atas 25 tahun yang berlatar belakang alumni Penerima Beasiswa Bank Indonesia (GenBI), Dea mampu membuktikan bahwa keterbatasan pengalaman bukan hambatan.
Setelah melalui proses seleksi berkas awal, Dea berhasil menembus jajaran Top 30 dan diberangkatkan ke Batam untuk mengikuti karantina dan pelatihan luring selama dua hari. Seluruh biaya akomodasi dan fasilitas karantina ditanggung penuh oleh Bank Indonesia Perwakilan Kepri.
Selama masa pembekalan, para peserta diuji secara ketat terkait pemahaman materi Bank Indonesia, QRIS, PEKA (Peduli, Kenali, Adukan), hingga pengalaman hidup. Dalam sesi wawancara, Dea berhasil mencuri perhatian dewan juri dengan memanfaatkan keahlian komunikasi publiknya dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Jepang, Inggris, dan Melayu.
Tidak hanya unggul dalam sesi unjuk bakat dan wawancara, Dea juga ditugaskan membuat empat konten edukasi publik berbasis materi resmi Bank Indonesia. Konten yang diusungnya membahas pengenalan QRIS, jenis-jenisnya, hingga panduan pendaftaran bagi UMKM. Seluruh konten tersebut mendapat respons tinggi dari publik hingga tular (viral) di media sosial. Setelah melalui rangkaian penilaian ketat selama hampir dua bulan, Dea Amanda resmi diumumkan meraih Juara Harapan 1 pada 26 Juli 2026.
Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Dea untuk terus mengasah diri menuju kompetisi berikutnya. Ia berharap prestasinya dapat menginspirasi seluruh mahasiswa UMRAH untuk berani mengambil peluang tanpa terhalang faktor usia.
“Kedepannya saya harus terus berbenah diri agar lebih matang di perlombaan selanjutnya. Untuk rekan-rekan mahasiswa, teruslah mencoba dan habiskan kuota gagal kita. Ingat, umur boleh muda tapi soal aksi nyata jangan ditanya,” ungkap Dea.






