Mengangkat Isu Edukasi Digital Berbasis Budaya Melayu, Tim PKM-PM FEBM Lolos Pendanaan Kemdiktisaintek 2026
Tanjungpinang, 26 Mei 2026 — Komitmen Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dalam melahirkan generasi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat kembali membuahkan hasil nyata di tingkat nasional. Kelompok mahasiswa dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) UMRAH, berhasil meloloskan proposal mereka dalam seleksi ketat Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Kemdiktisaintek Tahun 2026. Tim ini dipimpin oleh Desi Aulia Putri (Ketua) bersama Veronika Elvina Weking, Egitia Dwi Lestari, Mutia Putri Marisa, dan Aurellya Nathazza. Mereka membawa karya berjudul “Petualangan Ilmu: Gerakan Edukasi Kreatif Bijak Gawai Berbasis Budaya Melayu Bagi Generasi Muda Pesisir.”
Informasi program ini awalnya didapat dari dosen bernama Ibu Suci Wahyuliza yang menawarkan Desi untuk mencoba ikut bidang PKM-PM. Meski sempat ragu karena keterbatasan waktu, Desi mulai mencari anggota dari teman-teman yang dikenal dekat agar gampang mengatur waktu saat diskusi atau pertemuan. Dalam prosesnya, tiga teman pertama sempat ragu hingga akhirnya mau bergabung, dan setelah sempat menerima beberapa penolakan dari teman lainnya, genaplah satu orang terakhir ikut melengkapi tim.
Ajang PKM-PM Kemdiktisaintek 2026 menjadi pengalaman pertama bagi seluruh anggota tim karena sebelumnya mereka tidak pernah ikut kegiatan ini. Tantangan terbesar ada pada pengaturan waktu karena pembentukan tim bisa dibilang terlambat, ditambah rasa ragu saat penentuan judul proposal yang awalnya dinilai tidak ada unsur akuntansi. Namun, judul tersebut akhirnya di-acc oleh Ibu Suci dan diberikan masukan, hingga akhirnya proposal berhasil disusun dalam waktu sekitar 2-3 minggu berdasarkan pembagian tugas hasil diskusi dan kesepakatan bersama.
Gambaran besar program yang diusulkan berfokus pada edukasi bijak gawai bagi anak sekolah dasar agar mereka menggunakan gawai sesuai porsinya. Kegiatan ini disejalankan dengan edukasi dan praktik budaya-budaya Melayu sebagai bentuk pelestarian budaya langsung di sekolahnya. Saat ini belum ada target wilayah yang dikunjungi karena tim fokus edukasi di sekolah langsung dengan target pada sekolah mitra saja.Rencana pelaksanaan program dijadwalkan pada bulan Juni-Juli 2026, namun tim akan berdiskusi lagi bersama mitra terkait tanggal pastinya berhubung anak sekolah sebentar lagi libur semester.
Tim mengaku tidak menyangka bisa lolos dari seleksi ketat ini dan berharap ke depannya mahasiswa lain bisa lebih antusias. Tips dari mereka agar bisa lolos sebenarnya tidak spesifik, yang paling penting adalah memastikan program tersebut berdampak untuk mitra.







