PRESS RELEASE Kolaborasi Internasional UMRAH–UiTM Dorong Pemberdayaan Pokdarwis Senggarang Menuju Desa Wisata Berkelanjutan
Tanjungpinang, 3 Mei 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaborasi internasional bersama dosen dari Universiti Teknologi MARA di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026 ini mendapat dukungan langsung dari Lurah Senggarang, Edi Susanto. Program ini melibatkan tim dosen FEBM UMRAH, di antaranya Rizki Yuli Sari, Mirza Ayunda, Suci Wahyuliza, Ezky Tiyaningtyas, dan Tedi Haryadi, bersama sejumlah dosen lainnya. Dari pihak UiTM, turut berpartisipasi 10 dosen di antaranya Dr. Siti Normah Awang, pn.siti Nazirah binti omar, Puan Wan Aisyah amni binti Wan Ahmad Saferdin dan Dr. Azimah ahmad dan 19 mahasiswa dalam rangkaian kegiatan pengabdian.
Sebagai mitra utama, Pokdarwis Senggarang yang beranggotakan 16 orang masyarakat aktif berperan sebagai penggerak wisata lokal. Kegiatan diawali dengan pengalaman langsung berupa kunjungan paket wisata yang dikelola Pokdarwis, meliputi destinasi ikonik Senggarang serta kawasan konservasi mangrove. Aktivitas ini memberikan pemahaman kontekstual kepada tim dosen dan mahasiswa mengenai potensi wisata berbasis ekologi di wilayah pesisir.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan dan pemberdayaan yang mengangkat beberapa tema strategis, antara lain: penguatan akuntabilitas dan partisipasi masyarakat berbasis kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG), edukasi ocean literacy dan pencatatan tabungan sampah bagi generasi muda pesisir, transformasi digital dalam marine eduecotourism, serta peningkatan literasi edu-ekowisata berbasis program kampung iklim (Proklim).
Melalui pendekatan edu-ekowisata, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga pada pembentukan kesadaran lingkungan, penguatan nilai edukatif destinasi, serta pelibatan aktif masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir, khususnya kawasan mangrove. Integrasi antara edukasi, konservasi, dan ekonomi lokal menjadi fondasi utama dalam mendorong model wisata berkelanjutan di Senggarang.
Kegiatan ini merupakan tahapan awal dari program pemberdayaan berkelanjutan yang akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif, meliputi penguatan tata kelola organisasi Pokdarwis, pengembangan sistem pencatatan keuangan yang akuntabel, serta optimalisasi strategi promosi digital berbasis konten edukatif.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan beberapa capaian strategis, antara lain: meningkatnya kapasitas Pokdarwis dalam mengelola destinasi edu-ekowisata secara profesional, terbentuknya sistem pengelolaan wisata yang transparan dan berbasis ESG, meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap literasi kelautan dan pengelolaan sampah, serta terbangunnya citra Senggarang sebagai destinasi wisata edukatif berbasis konservasi.
Lebih lanjut, program ini juga diarahkan untuk mendukung Kelurahan Senggarang dalam mewujudkan status sebagai Kampung Proklim yang berdaya saing, melalui penguatan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat. Dengan sinergi antara akademisi, pemerintah kelurahan, dan komunitas lokal, Senggarang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai model pengembangan edu-ekowisata pesisir yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.







