Dua Tim Satu Panggung Nasional, Mahasiswa FEBM UMRAH Raih Juara di Lomba Karya Tulis Ilmiah

Tanjungpinang, 28 April 2026 — Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) 2026  berhasil menarik perhatian 49 tim dari 8 perguruan tinggi diseluruh Indonesia. Diantara peserta tersebut, dua tim dari FEBM UMRAH menoreh prestasi yang membanggakan.

Tim pertama yang beranggotakan Ralda Ayu Bintani dan Nindan Karang Setiawan Putri yang merupakan mahasiswa dari Prodi Bisnis Digital angkatan 2024, keduanya  mengetahui lomba ini dari dosen pembimbing mereka yaitu Bu Mita yang secara aktif mendorong mahasiswanya untuk terlibat dalam kompetisi ilmiah sebagai bagian dari pengembangan  diri. Dorongan itulah yang menjadi percikan awal keikutsertaan mereka dan mengantarkan keduanya meraih posisi Juara 2

Karya yang diajukan mengangkat isu pemanfaatan digital marketing pada UMKM perikanan di Bintan dengan judul Digital Marketing UMKM Perikanan Bintan:Analisis Swot Dan Strategi Inklusif. Melalui analisis SWOT, mereka menawarkan strategi pendampingan digital dan pemberdayaan agar pelaku usaha di sektor perikanan dapat meningkatkan daya saing dan pendapatan mereka.

Di tengah kompetisi, tim Ralda harus membagi fokus antara perkuliahan, tugas akademik, dan kegiatan organisasi. Persaingan ketat dari berbagai perguruan tinggi mendorong mereka memastikan ide yang diangkat memiliki nilai kebaruan, dengan pembagian peran yang jelas agar proses riset dan penulisan lebih efektif. Seluruh data yang digunakan bersumber dari studi literatur dan data sekunder.

Tim kedua yang beranggotakan Muhammad Faisal, mahasiswa prodi Manajemen angkatan 2024 dan Nicky Aprillian Saputra mahasiswa prodi Akuntansi angkatan 2024. Kedua Tim mengaku mengetahui informasi lomba ini dari seorang dosen, dan itu pun baru tiga hari sebelum pendaftaran ditutup. Meski sempat ragu, keduanya tetap memilih untuk mencoba dan mengukir prestasi sebagai Juara 3

Karya ilmiah yang mereka susun mengangkat tema besar yang dekat dengan kondisi nyata masyarakat Kepulauan Riau, yakni Diversifikasi Ekonomi Pesisir Melalui Integrasi Konservasi Mangrove Dan Ekowisata Regeneratif di Kepulauan Riau. Topik ini dipilih karena masyarakat pesisir dinilai tengah menghadapi dua tantangan besar secara bersamaan, yaitu kerentanan ekonomi dan krisis ekologis yang saling berkaitan.

Tantangan terbesar yang dirasakan tim Faisal adalah menemukan topik dan ide penelitian yang layak untuk diangkat sekaligus dianalisis secara mendalam. Tidak ada strategi khusus yang mereka siapkan untuk meraih juara. Yang mereka andalkan adalah proses konsultasi yang terus-menerus bersama dosen pembimbing. Seluruh data diperoleh melalui studi pustaka, bersumber dari Badan Pusat Statistik, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri, jurnal ilmiah, serta laporan lembaga nasional maupun internasional.

Keberhasilan kedua tim tidak terlepas dari peran aktif dosen pembimbing Buk Mita yang mendampingi proses penyusunan karya. Bagi keduanya, pencapaian ini bukan merupakan titik akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Tim Faisal berharap ide-ide yang dikembangkan kelak dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sementara tim Ralda bertekad untuk terus memperdalam riset dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi ilmiah ke depannya.

Artikel Lainnya