Berawal dari Tugas Kuliah, Tiga Mahasiswa Bisnis Digital FEBM UMRAH Raih Juara 1 Esai Ilmiah Tingkat Nasional
Tanjungpinang, 10 Juni 2026 — Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Tiga mahasiswa Program Studi Bisnis Digital angkatan 2024, yakni Ralda Ayu Bintani, Nindan Karang Setiawan Putri, dan Lintang Febrian, berhasil meraih Juara 1 pada Lomba Esai Ilmiah Tingkat Nasional (Esai Mindscape Challenge) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen FEBM UMRAH tahun 2026.

Prestasi tersebut berawal dari tugas Project Based Learning (PBL) pada mata kuliah Manajemen Produk. Melalui proyek tersebut, tim mengangkat berbagai permasalahan yang mereka temui di sektor pariwisata Kepulauan Riau, mulai dari sulitnya wisatawan memperoleh informasi jadwal ferry, rendahnya digitalisasi UMKM pesisir, hingga penyebaran informasi wisata yang masih terpisah di berbagai platform.
Dari hasil observasi tersebut, mereka mengembangkan sebuah konsep aplikasi bernama Teluk yang kemudian diuji coba kepada 14 responden. Setelah tugas perkuliahan selesai, tim melihat bahwa gagasan yang telah mereka susun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi karya ilmiah dan diikutsertakan dalam kompetisi nasional.
“Awalnya kami hanya mengerjakan proyek untuk tugas kuliah. Namun setelah melihat tema lomba yang relevan dengan hasil penelitian kami, kami memutuskan untuk mencoba mendaftarkannya. Alhamdulillah, setelah melalui tahap penyisihan hingga presentasi final, kami berhasil meraih Juara 1,” ujar Ralda Ayu Bintani.
Dalam proses kompetisi, tim menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mengubah laporan PBL yang cukup panjang menjadi esai ilmiah dengan format yang lebih ringkas. Selain itu, mereka juga harus menyesuaikan data hasil user testing serta mempersiapkan presentasi yang efektif dalam waktu yang terbatas.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya dosen pengampu mata kuliah Manajemen Produk, Ibu Wulan, yang membimbing proses pengembangan ide hingga menjadi sebuah prototipe. Dukungan juga datang dari para responden yang telah membantu proses pengujian aplikasi serta keluarga dan sahabat yang terus memberikan motivasi.
Menurut tim, faktor utama yang mengantarkan mereka meraih Juara 1 adalah keunikan ide yang berangkat dari permasalahan nyata di Kepulauan Riau, didukung oleh analisis yang mendalam serta kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan terstruktur saat sesi presentasi final.
Melalui prestasi ini, Ralda dan tim berharap semakin banyak mahasiswa FEBM yang berani mengikuti kompetisi dan mengembangkan ide-ide inovatif dari proses perkuliahan. Mereka meyakini bahwa kesempatan berprestasi dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
“Jangan pernah takut untuk memulai, bahkan dari tugas kuliah sekalipun. Sering kali ide terbaik lahir dari proses belajar yang sederhana, asalkan dikerjakan dengan serius dan tuntas. Jika ada kesempatan mengikuti lomba, cobalah karena tidak ada ruginya. Semoga mahasiswa FEBM dapat terus menorehkan prestasi yang lebih membanggakan di masa depan,” tutup mereka.







