Manifesto ilmiah “Maritime for Welfare” mengarahkan seluruh kekuatan intelektual dosen dan mahasiswa FEBM-UMRAH untuk memecahkan tantangan ekonomi-sosial masyarakat pesisir dan wilayah perbatasan.
Roadmap ini disusun sebagai wujud reorientasi dan komitmen strategis FEBM dalam bertransformasi menjadi fakultas ekonomi dan bisnis maritim yang unggul, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Roadmap Penelitian FEBM 2025–2029 merupakan langkah lanjutan dari periode sebelumnya (2023–2027), berlandaskan UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, Permendikbud No. 3/2020 (SN-Dikti), Asta Cita, dan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045.
Visi FEBM: “Menjadikan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim sebagai Pusat Kecemerlangan Pendidikan Tinggi, Riset, Entrepreneurship, dan Budaya Maritim di Kawasan Asia Tenggara pada Tahun 2029.”
Riset diarahkan menghasilkan publikasi bereputasi (Scopus/WoS/Sinta), HKI & paten yang diadopsi industri/UMKM maritim, serta menjadikan FEBM mitra strategis (think-tank) pemerintah daerah dan sektor swasta.
| Jenis Luaran | Jumlah |
|---|---|
| Buku Ajar | 31 judul |
| Buku Referensi | 11 buku |
| Buku Monograf | 1 buku |
| Fokus | Keterangan |
|---|---|
| Pemberdayaan Pesisir | Ekonomi masyarakat perbatasan & pulau kecil |
| Kawasan Binaan | Laboratorium lapangan dosen & mahasiswa |
| Kemitraan | DUDI & pemerintah daerah (Batam, Bintan, Karimun) |
IFAS: 2,90 · EFAS: 3,05
Posisi FEBM berada pada Kuadran I (SO) kombinasi kekuatan internal solid & peluang eksternal besar menempatkan fakultas pada strategi agresif (growth strategy): memperluas riset unggulan maritim, meningkatkan publikasi internasional, dan memperkuat jejaring kerja sama.
1. Memanfaatkan identitas maritim & posisi strategis Kepri untuk riset unggulan ekonomi maritim, perdagangan lintas batas, dan blue economy.
2. Mengoptimalkan jejaring dosen S3 & akreditasi prodi untuk kerja sama riset dengan industri Batam-Bintan-Karimun.
3. Meningkatkan publikasi internasional dengan dukungan pendanaan riset yang terus bertambah.
| Aspek Strategis | Target Milestone Univ. | Kondisi Eksisting FEBM | Gap |
|---|---|---|---|
| Klasterisasi Riset | Klaster Utama/Mandiri dengan riset lanjutan | Sudah Klaster Utama, namun dosen masih banyak skema Pemula | Akselerasi transformasi ke riset terapan |
| Publikasi & Sitasi | Publikasi internasional bereputasi & Paten/HKI meningkat | Jurnal internasional bereputasi masih minim, sitasi rendah | Gap signifikan menembus jurnal top-tier (Q1/Q2) |
| Kualifikasi SDM | 20–30% dosen S3, Lektor Kepala meningkat | Proporsi dosen S3 & Lektor Kepala baru ~14,1% | Perlu percepatan studi lanjut & jabatan fungsional |
| Akreditasi | 30% prodi terakreditasi Internasional/Unggul | Akuntansi & Manajemen masih terakreditasi B | Persiapan infrastruktur & dokumen mutu internasional |
Pendekatan SATU (Sinergi, Akselerasi, Transformasi, Unggul) dijalankan melalui lima pilar PRIMA (Pendidikan, Riset, Internasionalisasi, Manajemen, Aliansi Strategis) dengan semangat SPRINTER, untuk mengubah kondisi fakultas dari VUCA menuju FUCA.
Berbeda dari forecasting konvensional, FEBM menetapkan visi masa depan masyarakat maritim yang ideal terlebih dahulu, lalu menarik mundur langkah riset yang diperlukan hari ini mempertimbangkan aspek geostrategis & geoekonomi kawasan (mis. Laut Natuna Utara). Target konkret: Roadmap Riset komprehensif, 10–15 inovasi solusi industri, dan 10–15 inovasi untuk kebutuhan masyarakat maritim.
Selaras dengan pilar Asta Cita dan SDG 1, 4, 14 & 17 · masing-masing tema memuat 5 topik riset spesifik dengan kode 1.01–6.05.
Inovasi pemanfaatan potensi kemaritiman untuk kesejahteraan pesisir dan penguatan industri maritim.
Ekonomi rendah karbon yang membatasi eksploitasi sumber daya alam demi kelestarian lingkungan.
Transformasi analog ke digital untuk menopang operasional industri maritim modern.
Integrasi seni, kearifan lokal, dan budaya Melayu dengan sektor pariwisata bahari.
Wirausaha sosial kemaritiman untuk kesejahteraan sosial di pulau-pulau kecil.
Akuntabilitas pelayanan publik dan penerapan sistem ekonomi syariah di wilayah pesisir.
Ditetapkan melalui Keputusan Dekan Nomor 1134/DST/UN53.04/HK.03/2026 mensinergikan rumpun Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan guna menjawab tantangan ekonomi maritim yang interdisipliner.
Fokus penguatan tata kelola maritim, akuntabilitas sektor publik pesisir, dan pelaporan keberlanjutan (ESG).
Diarahkan pada pengembangan Mari-Sociopreneurship, pemasaran pariwisata bahari, dan penguatan SDM wilayah perbatasan.
Analisis ekonomi makro/mikro maritim, kebijakan pembangunan pesisir berkelanjutan, dan perdagangan internasional.
Mendukung pilar digitalisasi kampus dan analisis Big Data kelautan.
IKU 5 hasil kerja dosen digunakan masyarakat atau mendapat rekognisi internasional. Realisasi 2024: 1,77; target bertahap 15% (2025–26) → 20% (2027–28) → 25% (2029).
Target agregat publikasi jurnal internasional hingga 2029: 75 artikel. Hilirisasi paten/desain industri ditargetkan 30% dari luaran.
IKT tambahan: melatih 100 anggota masyarakat lokal dalam keterampilan Blue Economy; hilirisasi TTG ditargetkan 50% dari total produk Tridharma.
Hilirisasi diarahkan mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan ekonomi pesisir & nelayan mengubah aset intelektual UMRAH menjadi landasan kemajuan industri kelautan.
Sekitar 95% dosen UMRAH berusia di bawah 40 tahun, sementara jumlah Lektor Kepala & Guru Besar masih terbatas skema ini memastikan keberlanjutan kualitas riset dan regenerasi akademisi.
| Komponen Skema | Deskripsi | Target/Capaian |
|---|---|---|
| Mentorship | Peneliti senior menjadi mentor peneliti muda (teknis, metodologis, manajerial) | Sistem pendampingan berkelanjutan |
| Partisipasi Wajib | Riset peneliti senior wajib melibatkan 1–2 peneliti muda | Transfer pengetahuan langsung |
| Integrasi Mahasiswa | Bimbingan tugas akhir & proses publikasi ilmiah | ≥50% skripsi terpublikasi Sinta 4/5 |
| Riset Internasional | Keterlibatan peneliti muda dalam kolaborasi/pertukaran regional | ≥20% peneliti muda dapat pengalaman Asia Tenggara |
| Pendekatan STEAM | Integrasi Science-Tech-Engineering-Arts-Math dengan budaya Melayu | Riset unggulan berkekhasan maritim |
| Regenerasi Karier | Percepatan jabatan fungsional dosen muda | Meningkatnya jumlah Lektor Kepala & Guru Besar |
Roadmap ini merupakan instrumen strategis untuk memastikan setiap aktivitas Tridharma berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir sesuai semboyan “Maritime for Welfare”. FEBM berkomitmen mendukung transformasi universitas dari Satker PNBP menuju PTN Badan Layanan Umum (PTN-BLU).
Tiga pilar perubahan utama: (1) Reorientasi Kurikulum & Riset berbasis OBE dan backcasting; (2) Fokus Tamadun & Teknologi integrasi budaya Melayu dengan STEAM kemaritiman, AI, dan Big Data Kelautan; (3) Kemitraan Strategis dengan DUDI dan kampus QS100 by subject.