Mahasiswa FEBM UMRAH Kembali Cetak Atlet Berprestasi, Annisa Juhari Raih Juara 2 di Cekak Harimau Malaysia Silat Open Championship 2026

Tanjungpinang, 21 Mei 2026 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kali ini, Annisa Juhari yang merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen berhasil menyabet Juara 2 pada kelas C dewasa putri dalam ajang “The 6th National and International Cekak Harimau Malaysia Silat Open Championship 2026” yang diselenggarakan di Bandar Jengka, Pahang, Malaysia. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Uzbekistan, Kirgistan, Singapura, Indonesia, dan tuan rumah Malaysia.

Keberhasilan Annisa merupakan buah dari disiplin dan persiapan matang yang dilakukan selama dua hingga tiga bulan sebelum kompetisi. Di tengah kesibukan perkuliahan, ia konsisten melakukan latihan mandiri setiap hari yang kemudian dilanjutkan dengan latihan bersama rekan-rekan UKM. Intensitas latihan tersebut semakin ditingkatkan secara signifikan pada satu minggu menjelang keberangkatan demi memastikan kesiapan fisik dan mental.

Perjalanan Annisa menuju podium juara dipenuhi tantangan besar, terlebih kompetisi ini merupakan debut pertamanya bertanding di luar negeri. Setelah melewati proses penimbangan pada 12 Mei dan memulai pertandingan perdana pada 13 Mei, Annisa berhasil mengalahkan perwakilan dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia di babak awal.

Namun, ujian berat harus dihadapinya pada babak semifinal saat ia mengalami cedera pergelangan kaki (ankle) kiri akibat pelanggaran lawan. Meskipun dalam kondisi menahan sakit dan mengalami pembengkakan, dengan kegigihan yang dimiliki, Annisa akhirnya memenangkan laga semifinal dan perjuangannya berlanjut di babak final untuk menghadapi atlet senior dari tim nasional Singapura yang telah berpengalaman di berbagai ajang besar seperti SEA Games dan World Championship. Pengalaman bertanding melawan atlet elit dunia tersebut menjadi modal berharga bagi perkembangan kariernya di dunia pencak silat.

Bagi Annisa Juhari pencak silat sendiri bukan hal baru, ia telah menekuni olahraga ini sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Konsistensinya dalam menyeimbangkan prestasi non-akademik dan studi akademik terbukti mampu meyakinkan orang tuanya yang sempat mengkhawatirkan fokus pendidikannya.

Prestasi internasional ini juga tidak lepas dari dukungan penuh pihak universitas, jajaran dosen, serta Ketua Program Studi yang terus memberikan pengawalan dan bantuan akomodasi selama kompetisi berlangsung. Melalui pencapaian ini, Annisa berharap dapat memotivasi seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan masa muda dengan berani mencoba hal-hal baru, aktif mengembangkan potensi diri, dan tidak takut tertinggal karena setiap individu memiliki proses serta waktu memulai yang berbeda-beda.

Artikel Lainnya