Membanggakan! Yudha Prasetya Dian Nugraha, Mahasiswa Akuntansi UMRAH Terpilih Menjadi Google Student Ambassador 2026, Sisihkan Puluhan Ribu Pendaftar
Sabtu 2 Mei 2026 – Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Yudha Prasetya Dian Nugraha, mahasiswa Program Studi Akuntansi (Angkatan 2024), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM), berhasil terpilih sebagai salah satu Google Student Ambassador (GSA) Indonesia 2026.
Yudha berhasil terpilih setelah melalui persaingan yang sangat ketat. Program eksklusif dari Google ini mencatatkan lebih dari 81.800 pendaftar dari 1.900 universitas di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 2.000 mahasiswa yang dinyatakan lolos, atau hanya sekitar 2,4% dari total pendaftar.
Di tingkat universitas, Yudha merupakan satu dari tiga perwakilan UMRAH yang berhasil lolos bersama Nur Hafifah (FISIP) dan Ilham (FTTK). Prestasi ini juga menempatkan Yudha sebagai salah satu dari sedikit perwakilan (sekitar 6-7 orang) dari Provinsi Kepulauan Riau yang berhasil menembus program bergengsi ini.
Sebagai Google Student Ambassador, Yudha akan berperan sebagai influencer dan duta merek (brand ambassador) Google di lingkungan kampus. Fokus utamanya adalah mempromosikan produk berbasis Artificial Intelligence (AI) milik Google, seperti Gemini AI, NotebookLM, Deep Research, hingga Nano Banana 2.
“Tujuannya adalah membantu mahasiswa agar lebih melek teknologi dan memanfaatkan AI sebagai asisten dalam menyelesaikan tugas perkuliahan secara lebih efektif,” ujar Yudha.
Setelah dinyatakan lulus pada 1 April 2026, Yudha mengikuti proses inaugurasi resmi pada 23 April 2026, yang dilakukan secara daring dan luring terbatas bagi peserta terpilih.
Proses seleksi GSA 2026 bukanlah perjalanan yang singkat. Yudha harus melewati berbagai tahapan, mulai dari pembuatan video self-interview tanpa editan (one take), penyusunan portofolio, hingga pembuatan rancangan kegiatan (proyeksi) selama menjabat sebagai GSA. Ia juga membuat video tantangan kreatif bertema promosi fitur Gemini AI dengan konsep sinematik yang diunggah di TikTok.
Yudha mengaku tantangan terbesar yang dihadapinya adalah manajemen waktu dan rasa pesimis.
“Saat itu saya sedang sibuk dengan proyek kelompok, sehingga sulit membagi waktu. Saya juga sempat merasa pesimis karena bersaing dengan mahasiswa dari universitas-universitas top di Indonesia,” ungkapnya.
Namun, rasa ragu itu sirna saat ia menerima email yang diawali dengan kata “Selamat”. Momen tersebut menjadi pengingat baginya bahwa usaha keras tidak akan mengkhianati hasil. Dukungan dari keluarga dan sahabat juga menjadi faktor penguat bagi Yudha hingga sampai di titik ini.
Setelah resmi mengemban amanah sebagai GSA, Yudha berharap dapat menjadi role model yang baik bagi rekan-rekan mahasiswa, khususnya di FEBM UMRAH. Ia berkomitmen untuk membantu mahasiswa lebih bijak dalam menggunakan teknologi AI dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Menutup ceritanya, Yudha memberikan pesan motivasi bagi sesama mahasiswa.
“Rasa lelah karena mencoba jauh lebih baik daripada rasa sesak karena penyesalan. Prestasi bukan milik mereka yang tidak pernah ragu, melainkan milik mereka yang tetap melangkah meski hatinya sedang cemas. Ambillah setiap peluang yang ada, karena kita hanya akan menyesali peluang yang tidak pernah kita ambil,” pungkasnya.







