Perkuat Literasi Ekonomi Syariah, FEBM UMRAH Gelar Kuliah Umum Bersama OJK, MES Kepri, Dan Mitra Lainnya
Tanjungpinang, 6 April 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mengadakan kegiatan kuliah umum bertajuk “Akselerasi Literasi Ekonomi Syariah: Menjaga Keberkahan Harta dari Ancaman Keuangan Ilegal dan Penguatan Ekosistem Ilmiah di Kepulauan Riau”. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Gurindam Satu A, Kampus UMRAH Dompak, dan terselenggara melalui kolaborasi bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kepulauan Riau, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, UIN Sumatera Utara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Bank Syariah Indonesia (BSI) wilayah Kepri. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum. Rangkaian acara berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang dengan susunan kegiatan yang tertata.

Acara ini mendapat dukungan penuh dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim (FEBM) UMRAH, Dr. Myrna Sofia, S.E., M.Si. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Damar Syakti, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi ekonomi syariah sebagai bekal masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Kepulauan Riau, Sinar Danandjaya, jajaran pengurus MES Kepri, serta civitas akademika FEBM UMRAH. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan adanya sinergi antara akademisi, regulator, dan praktisi dalam mendukung penguatan ekonomi syariah di daerah.

Dalam rangkaian kegiatan, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara FEBM UMRAH dan MES Kepri, serta peluncuran Rumah Jurnal Ekonomi Syariah sebagai wadah pengembangan keilmuan di bidang ekonomi syariah.

Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi dari Guru Besar UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Muhammad Habibi Siregar, yang membahas pentingnya menjaga keberkahan harta melalui pemahaman ekonomi syariah. Selain itu, Asisten Direktur OJK Kepri, Muhammad Luthfi, menyampaikan sosialisasi terkait aktivitas keuangan ilegal yang masih marak terjadi di masyarakat.

Sekretaris Umum MES Kepri, Dwi Vita Lestari Soehardi, turut memperkenalkan pengembangan jurnal ekonomi syariah, sementara perwakilan BSI memberikan edukasi terkait produk keuangan syariah, termasuk tabungan emas.

Pada sesi diskusi, peserta terlihat aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari isu keuangan ilegal, pengelolaan keuangan berbasis syariah, hingga ketertarikan terhadap produk tabungan emas. Diskusi berlangsung interaktif dan mencerminkan antusiasme peserta terhadap materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami konsep ekonomi syariah secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta lebih bijak dalam menyikapi berbagai layanan dan penawaran keuangan.







